Friday, May 26, 2017

Meh.

I went to Grand Metropolitan Mall, Bekasi, with Mom to buy some groceries and have dinner. I had an appetite for some Korean cuisine, so we went to Mujigae. Like usual, the staff greeted us with their signature, "Annyeong hashimnikka!" and "Annyeong haseyo!".

I ordered myself a set of Budae Jigae that costed Rp47.000,00, minus the tax, while Mom had her share of Beef Luncheon Ramyun. We also ordered a side dish that went by the name Original Korean Fried Chicken, a few pieces of boneless chicken meat bathed in a spicy and sweet red sauce. It didn't take long for our food to be served.


It was my first Budae Jigae. The Budae Jigae itself was more or less a hotpot of ramyun, or noodles, garnished with some macaroni, sausage, beef spam, leek, spicy minced meat, and egg bathe in red broth. It had this weird sweet flavor that I didn't quite fond of at first. The more I eat it, the sweetness disappear and was replaced by a spicy and sour flavor. It was okay, I guess.

After dinner, we went around the mall to shop more. Mom bought me a white shelf trolley for my printer at Informa and three pieces of beautiful clothes from Cotton On. We also shop for food and ingredients for my rendezvous with my girlfriends tomorrow. Mom is planning on making Quiche.

Oh yeah, I also bought me a lip tint from Body Shop! It has this beautiful, almost nude and neutral, dark cherry color that suits my skin color nicely. I'm not familiar with lip tints as this was my first time using it, but it was pretty handy to apply on.

And, for a second there, I thought that I managed to survive today without feeling sad or broken. But, I was wrong. The more I fake it, the more in eclipses my well being. Even painting my right hand's nails the color of mermaid's tail did nothing.

Not Today

Today, I woke up knowing that it's going to be a shitty day. But, I'm not just going to let myself dwell on it. So, I brought myself to get out of bed, reached out to my girlfriends, gave me a long and refreshing shower, painted my nails the color of Eragon, and made myself a nice loaf of brownies.

I looked up the recipe online. After minutes of scrolling and contemplating about which recipe I should use, I finally decided to use this one. I was too lazy to measure the ingredients in grams, so I settled with cups. It took some minutes to prepare the batter then, when I'm done, I put it in the oven for about 40 minutes.

The result was fine, if I may say. It doesn't look like how brownies should look like, with its' even and cracked surface, but it was okay. I cut into it to have a tasted and it also doesn't have the texture of a brownies. Maybe I did something wrong with the batter that made it have the texture of a spongy chocolate cake but, hey, I'm down with that.

In life, sometimes, things just don't work out the way you want it to be. Even when you think you did the best you could, without making any mistakes whatsoever, shit still happens. Let alone if you do make a blunder, big or small. But, it's okay. That's just how life works.

Now, are you gonna let yourself be down in the dumps? I say, not today.


Tuesday, May 23, 2017

Ikan Tenggiri Balado

Siang ini Ibu gue masak Ikan Tenggiri Balado, lho. Enak banget, suer! Daritadi gue berpikir keras gimana caranya menuangkan kata-kata ke dalam postingan blog siang ini mengenai masakan Ibu gue yang satu itu, tapi ujung-ujungnya cuma bisa gue hapus lagi dan hapus lagi. Enaknya bikin bego. 


Ikan Tenggiri Balado ini adalah salah satu masakan Ibu gue yang gue doyan banget. Padahal beliau alergi seafood, kecuali cumi-cumi, tapi masakannya tetap enak meskipun nggak dicicip selama proses masak. Dan, kelihatannya nggak begitu rumit untuk memasak makanan yang satu ini: hanya tinggal goreng ikannya, dimasak dengan racikan sambal balado, dan voila! Nggak susah, kan? 

Ujung-ujungnya, gue cuma bisa duduk bego, kekenyangan, dan berjuang keras untuk mengucapkan, "Tie, enak banget ikannya." setelah selesai makan.



Friday, May 19, 2017

Smoothie Bowl Sore Tadi

Sore ini pun gue bikin smoothie bowl juga, lho! Tadi siang, sehabis ngurus SKCK yang belum kelar sehingga gue harus balik ke polsek lagi Senin besok, gue dan Ibu gue mampir ke Total Buah Segar yang baru buka di daerah Kalimalang. Di sana kami belanja buah banyak banget, saking banyaknya sampai ada yang ketinggalan di mesin timbangan dan nggak kebayar. Sedih.

Sekali lagi, takarannya masih ngasal, tapi kali ini gue nggak menambahkan air sedikit pun. Hasilnya masih agak terlalu encer, sih, tapi nggak seencer kali pertama gue coba. Gue pakai campuran pisang Sunpride, buah naga merah, dan apel merah yang besarnya nggak lebih besar dari bogem gue. Dan, seperti yang gue duga, rasanya didominasi oleh pisang. Lucky for me that's what I like~

Platting skill gue pun masih perlu diasah. Tapi, ya sudah lah, ya..


Gue Bikin Smoothie Bowl, lho!

Ternyata mood mempengaruhi pembawaan menulis seseorang, ya. Selama gue di Bali, rasanya lancar terus setiap ngeblog. Sehari bisa tiga sampai empat postingan gue jabanin dan, rata-rata, semuanya ditulis dengan waras dan pemilihan kata-kata yang cukup manusiawi. Tapi, semenjak pulang ke Bekasi kemarin, hasrat gue untuk menulis kok jadi berkurang, ya? Apa mungkin karena lagi sedih? Ah, pasti karena itu.


Selama di Bali, gue berusaha untuk menjaga pola makan gue, walaupun akhirnya gagal juga. Gue berhasil detox apel selama tiga hari - yang membuat mood gue acak-acakan, badan gue lemas, dan lancar buang air besar. Don't get me wrong, it was good in so many levels, but it was not as easy as I expect it to be. It was fine while it lasted, though. 


Setelah program detox gue berakhir, gue masih mencoba untuk menjaga makanan yang gue konsumsi. Berniat untuk menjalani no-carbs and no-sugar diet, tapi sayangnya gue secinta itu dengan nasi dan roti, apalagi roti-roti Eropa. Gagal sudah rencana untuk mengonsumsi hanya protein dan serat setiap harinya. 

Tapi, untungnya rencana gue nggak sepenuhnya gagal karena terbantu oleh hasrat gue untuk membuat smoothie bowl sendiri di rumah. Ketimbang harus keluar uang berlembar-lembar demi bubur buah seiprit, mendingan gue buat sendiri, ya, kan? Bahan-bahannya pun nggak rumit, hanya buah dan blender, tok. Selain gue bisa mencari kombinasi rasa dan melatih platting skill, berat badan gue cenderung menjadi konsisten dan nggak naik-naik amat untungnya. Tetap aja berat, sih..

Waktu itu gue masih punya sisa beberapa buah Apel Malang dari program detox gue dan sebongkah buah naga merah yang besarnya hampir seukuran kepala gue - entah buahnya yang bermutasi, atau kepala gue yang terlalu kecil - dan keduanya gue pakai untuk membuat smoothie bowl. 

Karena gue nggak peduli pada takaran buah dan air, jadi aja gue masukin semua ke dalam blender. Potong apelnya, potong buah naganya, kasih air sedikit, blender sampai menjadi bubur, dan voila! smoothie bowl gue keenceran. Seharusnya, gue nggak perlu menambahkan air lagi karena buah naga sudah mengandung air yang cukup banyak. 


Yang paling gue suka dari smoothie bowl adalah topping hiasannya. You can never go wrong with your toppings. You just have to let your imagination do the magic and, there you have it, your own creation of smoothie bowl. Nggak perlu mahal-mahal keluarin duit berwarna merah jambu untuk dikembalikan dalam bentuk dua lembar uang ribuan, kan, jadinya.

Gue masih harus berlatih lebih keras lagi dalam hal plating karena keahlian gue dalam menghias makanan belum begitu bagus. Masih berantakan, masih nggak seimbang, masih suka-suka hati. Tapi, toh, yang makan diri gue sendiri, kan? Dan, toh, semua yang ada di mangkuk itu nanti akan kecampur juga di dalam perut, betul, bukan? 

Kebetulan, gue juga punya segayung low-fat yogurt di kulkas. Asli, sebanyak volume gayung buat mandi, gue nggak bohong! Tadinya mau gue pakai sebagai hiasan juga, dicampur dengan bubur buahnya dan dibikin motif yang cantik, tapi gagal karena tekstur dan kekentalannya berbeda. Ya udah aja gue ceburin di situ.


Mengenai granola yang gue pakai, gue belinya di Coco Mart seharga sekitar Rp65.000,00 satu kantongnya. Dari semua pilihan granola yang ada di supermarket tersebut, granola produkan East Bali Cashew's ini adalah yang paling murah, lho! Variannya ada macam-macam. Gue beli yang ini karena tergiur dengan potongan pisang kering yang seharusnya ada di dalam kemasannya. 

Granola ini rasanya manis dari cane sugar-nya, yang sedikit mengingatkan gue akan teh tarik di Warung Bu Nana. Banyak banget komponen yang ada di dalam kemasan ini, dari potongan kelapa, kacang mede, oat, potongan buah kering, dan beberapa lagi yang bentuknya gue yakin lo juga nggak bakal ngenalin. Digadoin pun enak! Tapi, kalau dimakan terlalu banyak tanpa pendamping yang bisa netralin rasanya, lo bakal mual saking manisnya. Emang cocoknya dipakai sebagai topping smoothie bowl, sih, gue rasa. 

Abis ini mau lanjut nulis lagi, ah. Kayaknya kumatnya pelan-pelan hilang dibawa nulis..